My Diary of a Life

Sabtu, 07 April 2018

Lelah

Lelah dengan diri yang terlalu menjaga imejnya
Mengorbankan orang lain
Lelah dengan diri yang bodoh
Bodoh karna kesalahan yang berulang

Lelah karena tak bisa kembali setelah tersesat
Hingga tak tahu jalan pulang
Hingga tak tahu harus kemana
Hingga tak tahu hari esok masih ada

Lelah sampai diksi menghilang dari kamus
Hingga kemampuan merangkai kata sudah menghilang

Lelah menunggu dan mengejar
Menunggu dan mengejar
Menunggu dan mengejar
Tertarik dan terulur
Oleh pria yang menunggu sang wanita pujaan datang padanya
Wanita pujaan yang tak pernah sekalipun mengejar
Berduduk manis dengan pria lain
Tak pernah melihat ada pria yang menunggunya dan mencintainya dalam diam

Aku lelah
Lelah untuk berpura - pura buruk
Lelah untuk berpura - pura jahat
Lelah untuk berpura - pura tak peduli
Lelah untuk menjadi seseorang lain
Lelah untuk tersenyum dan mengatakan aku baik baik saja
Lelah untuk tersenyum dan mengatakan pria itu pantas menunggu wanita pujaannya
Lelah untuk mendukung pria itu bahwa wanita pujaannya akan mendatanginya

Aku lelah
Lelah dengan ketakutan di masa depan
Segala prediksi buruk yang akan menimpaku
Segala prediksi buruk yang akan kulakukan
Segala prediksi buruk yang akan menyakiti semua orang yang aku cinta

Aku lelah... dan takut....

Aku lelah
Lelah untuk tersenyum dan mengatakan semua akan baik baik saja
Lelah untuk percaya kalau keadaan akan menjadi lebih baik dan kembali seperti dahulu
Lelah untuk percaya bahwa esok masih akan ada
Lelah untuk mempunyai cita, asa, dan mimpi

Aku lelah.

Read More

Rabu, 08 Juli 2015

Holiday?

Sudah lama tidak bersua, Aisyah Banucaturananti is back!
Terakhir kali posting, isinya tentang tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.

Dan sebelumnya, postingan tentang AKB48, yakni Mariko Shinoda yang sekarang udah graduate.
Jadi, lama sekali ternyata.
Jujur, setelah masuk kuliah, tidak ada waktu dan niatan untuk meneruskan blog ini.
Namun, ternyata, I'm back!

Berkuliah di bidang perikanan ini cukup menyenangkan.
Pertama, sering masuk laboratorium. Yah cukup ndeso saya, karena... Ada sebuah alasan.
Kedua, ada beberapa bab mata kuliah yang ternyata masih berhubungan dengan jurusan yang aku inginkan dahulu, lingkungan dan perencanaan!
Ketiga, liburan dan melepas penat, di tengah praktikum lapang di luar kampus dan daerah lain.

Praktikum lapang pertamaku mengenai penyuluhan di daerah Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.
Untuk yang kedua, praktikum mengenai laut, biota laut dan biota air payau. Praktikum lapang ini bertempat di Pulau Merah atau Red Island di Banyuwangi, Jawa Timur.
Menyenangkaaaan. Karena saya jarang sekali pergi ke pantai. Sekali lagi inilah ndesonya saya.

Mungkin ini secuil foto dari teman - temanku :)







Read More

Minggu, 14 Desember 2014

Daftar Pustaka, Bibliografi dan Referensi

Daftar pustaka, bibliografi dan referensi merupakan salah satu elemen penting dalam penulisan karya ilmiah. Bibliografi ialah nama lain dari daftar pustaka, yakni daftar buku atau karangan yang menjadi rujuan dan acuan dari sebuah tulisan.

Menurut KBBI, bibliografi memiliki sebelas jenis. Kesebelas jenis bibliografi tersebut adalah bibliografi beranotasi, enumeratif, kini, lengkap, pengarang, peta, primer, sekunder, setempat, subjek dan terpilih.

Bibliografi dengan keterangan singkat pada tiap karangan, buku, atau karya yang judulnya terdaftar di dalamnya disebut bibliografi beranotasi. Lalu, bibliografi enumeratif merupakan daftar karya rekaman yang susunannya dibatasi oleh penyusunnya, dapat berupa susunan geografi kronologi, atau subjek. Kemudian, bibliografi kini merupakan daftar buku yang disusun bersamaan dengan waktu buku itu diterbitkan dan biasanya terbit secara berkala. Selanjutnya, bibliografi yang mendaftar buku, artikel, dan karya tulis lainnya tentang pengarang tertentu dan dapat berupa bibliografi dan kritik terhadap karya pengarang itu.

Kemudian, bibliografi primer ialah biografi yang luas atau umum yang memuat buku yang masalahnya tidak saling berhubungan, atau bisa diartikan bibliografi yang merupakan catatan asli dari seluruh atau sebagian dari suatu terbitan. Lalu, bibliografi sekunder merupakan bibliografi khusus yang mendaftar buku yang mencakupi satu subjek saja dan pendaftarannya dilakukan berdasarkan bibliografi primer. Selanjutnya, bibliografi buku atau bentuk lainnya yang berhubungan dengan daerah geografi yang lebih kecil dari suatu wilayah atau kabupaten disebut dengan bibliografi setempat. Lalu, apabila sebuah bibliografi berisi bahan atau subjek mengenai individu tertentu disebut bibliografi subjek. Bibliografi subjek yang menyajikan literatur terpilih disebut bibliografi terpilih.

Bibliografi atau daftar pustaka tentunya berisi berbagai macam referensi, yakni sumber acuan, rujuakan dan petunjuk, buku - buku yang dianjurkan oleh dosen kepada mahasiswanya untuk dibaca dan buku perpustakaan yang tidak boleh dibawa ke luar dan harus dibaca di tempat yang telah disediakan.

Dalam penulisan referensi dalam daftar pustaka atau bibliografi, daftar pustaka harus memuat nama pengarang, judul buku, data publikasi dan beberapa pelengkap jika mengambil sumber dari media cetak dan elektronik seperti hari dan tanggal, nama artikel dan nama media cetak atau elektronik.

Ada beberapa ketentuan dalam penulisan bibliografi yang harus diperhatikan. Pertama, nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad. Kedua, jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad. Ketiga, jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk referensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan. Keempat, jarak antara baris dengan bari untuk satu referensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi. Terakhir, baris pertama dimulai dari margin kiri dan baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
Read More

Aisyah Banucaturananti

       Aisyah Banucaturananti, nama yang diberikan oleh ayah saya ketika saya lahir pada tanggal 14 November 1995, di Rumah Sakit Budi Mulia, Surabaya. Saya merupakan anak terakhir dari empat bersaudara yang terpaut 5,5 tahun dengan kakak ketiga saya.

            Ketika ketiga kakak saya lahir, kakek dan nenek saya dari ibu selalu memberikan usulan nama kepada kedua orang tua saya. Namun, ayah saya selalu membuat nama untuk anak – anaknya dan tak jarang tidak menggunakan usulan nama dari kakek dan nenek saya. Hingga akhirnya, ibu saya menengahi dan menghargai nama yang diberikan kakek dan nenek dengan cara mengambil usulan nama tersebut untuk nama panggilan atau modifikasi untuk nama lengkap.

            Saya dan ketiga kakak saya memiliki format nama yang sama, dua nama dan nama belakang panjang yang memiliki arti yang mirip. Ayah saya memberikan nama Aisyah karena harapan beliau terhadap anaknya kelak akan seperti istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassallam yang cerdas, rajin dan setia terhadap suaminya. Lalu, Banu berasal dari Bahasa Arab, banu atau bani yang artinya anak keturunan. Catur bukanlah jenis permainan, namun merupakan kata dari Bahasa Sansekerta yakni empat atau keempat. Sedangkan, Ananti ialah gabungan nama belakang ibu dan ayah saya, Rosana dan Rianto. Karena saya terlahir sebagai perempuan, yang seharusnya ditulis Ananto, diganti menjadi Ananti.

            Demikian arti dari nama saya yang begitu panjang ini. Semoga doa dari ayah dan ibu saya melalui nama ini selalu terwujud hingga akhir hayat saya nanti. Aamiin.
Read More

Sabtu, 27 September 2014

Ketidakmerataan Pendidikan di Indonesia

Indonesia, sebuah negara kepulauan dan bangsa yang besar memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang melimpah. Pada awalnya negara ini bernama Hindia Belanda, ketika Belanda menjajah Indonesia selama kurang lebih 350 tahun lamanya. Sebelum menjadi Hindia Belanda, Indonesia merupakan kumpulan dari banyak kerajaan Hindu, Budha dan Islam.
            Indonesia memang kaya, tapi tak banyak rakyatnya yang sejahtera. Banyak kekayaan alam Indonesia dieksploitasi dan diambil alih oleh negara lain. Kurangnya pendidikan yang ditempuh oleh sebagian besar rakyat, merupakan penyebab utama rakyat mudah dibodohi dan ditipu oleh negara lain. Selain itu, rakyat menjadi kurang pandai dalam mengelola kekayaan alam yang ada di daerahnya.
            Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi di dunia mulai maju. Kemajuan teknologi membuka sebuah era baru yang menghubungkan berbagai negara di bumi untuk dapat berkomunikasi satu sama lain, yakni era globalisasi. Dengan adanya era globalisasi ini membuka mata sebagian besar rakyat Indonesia akan pentingnya ilmu. Hal ini dapat terlihat dari bertambahnya sekolah dan universitas yang dibangun di seluruh Indonesia.
            Memang, persebaran pendidikan ini belum merata di seluruh wilayah Indonesia,  namun pemerintah terus berupaya untuk memeratakan pendidikan beserta sarana dan prasarananya di seluruh Indonesia. Sehingga, Indonesia dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan dapat membuat negara dan bangsa lebih sejahtera di masa yang akan datang.
            Tidak mudah untuk memeratakan pendidikan di seluruh Indonesia. Banyak faktor yang menghambat proses pemerataan ini, antara lain, perbedaan budaya, kebiasaan, adat dan bahasa daerah di seluruh Indonesia. Hambatan ini tidak hanya menyebabkan terhambatnya proses pemerataan, di samping itu terjadi penggolongan dan terbentuknya kelas dan tingkat pendidikan di seluruh Indonesia.
             Tidak hanya itu, ada berbagai faktor penyebab terjadinya ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Tidak banyak pendidik yang bersedia ditempatkan di luar daerah asalnya, tidak ada kesempatan pendidikan yang sama bagi rakyat di wilayah lain dan kurangnya pembangunan sarana dan prasarana merupakan faktor terbesar hal tersebut.
            Wilayah Indonesia sangatlah luas, dan jumlah tenaga pengajar Indonesia sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah anak – anak dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Tentunya, dengan jumlah tenaga yang sedikit, pendidikan tak mampu tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Memang, di beberapa tahun terakhir ini, sudah banyak lulusan – lulusan yang menjadi pengajar. Namun sayang, tak banyak pengajar yang mau ditempatkan di wilayah Indonesia yang lain dan banyak berkumpul pada kota – kota besar.
            Karena jumlah tenaga pengajar Indonesia yang kurang tersebar merata, serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak tersebar, maka kesempatan pendidikan satu daerah dengan daerah lain tidak sama. Tentunya, jumlah pengajar yang mengajar di kota lebih banyak daripada jumlah pengajar yang mengajar di desa.
            Jumlah pengajar yang tidak banyak berani mengajar di tempat terpencil disebabkan oleh berbagai alasan. Ada yang merasa lebih baik jadi guru di sekolah favorit di kota besar karena penghasilan yang didapat tentunya lebih besar dari guru di desa atau pedalaman. Ada juga yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan lebih memilih bekerja di kota.
            Jika semua pengajar mengubah anggapan masalah gaji di pedalaman yang kecil  dengan anggapan banyak kebaikan yang didapat saat mengajar di pedalaman, maka tentu terjadilah persebaran pendidikan yang merata.
Read More

Minggu, 27 Mei 2012

Maririn~ :D

I want you~~~ I need you~~ I love you~~~ Flyiing getto~ Kimi no koto ga suki dakara~~ Aitakatta!
Yup~ Saya seperitnya lagi suka sebuah idol grup asal Jepang udah terkenal banget dan enggak asing bagi pecinta Jpop~ AKB48~~

Postingan kali ini, saya akan bahas seorang anggota dari Tim A dan merupakan Rikuestoo~~ :D

Nama       : Shinoda Mariko (篠田麻里子) 
Panggilan  : Maririn (まりりん) 
Tgl Lahir   : 11 Maret 1986
Tempat     : Fukuoka, Japan
Hobi         : Model
Blog         : http://blog.mariko-shinoda.net/

Bagi semua wota pasti enggak asing dengan anggota Tim A yang satu ini, Shinoda Mariko. Dan dibalik kesuksesannya di AKB48 ternyata ada sebuah perjuangan yang besar dari Maririn. Oke sutoriis sutaaato!

Pada tahun 2005, Mariko pergi ke Tokyo untuk mengikuti audisi 1st gen AKB48. Namun sayang, dia enggak lolos audisi tahap awal. Walau begitu, ia bersikeras ingin ikut AKB48. Karena keluarganya tak mampu membiayai kehidupannya di kota, ia pun berusaha menghidupi dirinya sendiri. Kebetulan 48's Cafe sedang membutuhkan pegawai, Mariko pun melamar pekerjaan di tempat itu dan diterima. Maririn adalah seorang pelayang yang baik dan akrab dengan pelanggan, sehingga ia banyak disukai oleh pengunjung cafe. Di saat bekerja ia selalu menatap AKB48 Theater, dan berharap suatu saat Maririn dapat menjadi anggota AKB48. Pada malam musim dingin, ia berdiri di trotoar membagikan brosur pertunjukan AKB48 kepada orang - orang yang lewat. Tak jarang Mariko melihat brosur yang ia bagikan dibuang, disobek bahkan dimaki orang.

Januari 2006, manajemen AKB48 mengadangan polling untuk memilih anggota AKB48 favorit. Polling diambil dari penonton sekaligus pengunjung cafe. Di luar dugaan, Shinoda Mariko terpilih menjadi yang terfavorit nomor satu. Padahal Mariko bukan anggota AKB48, malahan ia hanyalah seorang pelayan 48's Cafe. Ternyata para fans melihat begitu besar dan kerasnya perjuangan Maririn agar bisa menjadi anggota AKB48. Hingga akhirnya Yasushi Akimoto, pendiri AKB48 menghampiri Mariko di tempat kerja dan menyerahkan CD dan video koreografi dari singel AKB48. "Jika kau bisa menghafal ke-12 lagu dalam album CD serta menghafal seluruh gerakan tarinya dalam waktu 4 hari, saya izinkan kamu bergabung dengan AKB48 dan ikut tampil di pertunjukkan berikutnya". Mariko pun terus berlatih dan berlatih untuk melalui tantangan yang diberikan oleh Yasushi Akimoto.

Tepat tanggal 22 Januari 2006, perjuangan Maririn terbayarkan. Ia naik panggung dengan kostum AKB48 dan namanya tercantum dalam anggota Tim A, AKB48. Mariko memegang teguh prinsipnya sampai sekarang, yakni "Sesulit apapun, asalkan kau terus berusaha dan tidak menyerah, hasil yang baik akan selalu datang."


All Credits To :
http://coretanekspresiku.blogspot.com/
Forum AKB48 Indonesia
http://id.wikipedia.org

Read More

Kamis, 17 November 2011

Sibuk again, Busy maneh!

Sudah lama tidak mengisi blog~ Setelah kegalauanku terhadap seseorang~~~ *sudah tidak perlu dibahas sekarang* Maaf udah jarang mengisi blog lagi, namanya anak sekolahan... Jadi sibuk buat tugas sekolah dan non sekolah~ Mianhimnida~~ Gomenasai~~~

Tugas - tugasku semakin menumpuk seiring aku tergabung dalam tim jurnalis sekolahku, SMA Al Falah Ketintang, yakni J.A.W dan selalu kebagian desain -,- Alhamdulillah, syukuri saja~ :D

Tugas yang berkaitan dengan DetCon 2k11, tak kunjung usai~ Yah, mau bagaimana lagi? Awal komitmen kan saia pengen bantu :P Walau emang aku enggak ikut lombanya sih, tapi kebagian yang ngedaftarin dan jadi suporter~ umm.. I think, that's no problem~ Saya pikir itu tidak masalah... Jalani saja dengan ikhlas, pasti semuanya enggak akan jadi beban :D :D

Semakin lama aku semakin suka dan nyaman sekolah di sekolahku ini :D Walau emang sih banyak kritik dari teman - temanku tentang sekolah ini supaya perfecto~~ Tapi aku berusaha untuk menerima segala yang ada di dalam sekolahku ini, yang enggak sebagus dan sesempurna Ouran High School atau Shinwa High School (Boys Before Flowers) yang didominasi oleh anak dari seorang direktur atau pejabat penting di perusahaan terkemuka di suatu negara bahkan dunia.

Tugas - tugas sekolah pun bertambah semakin aku di jentang pendidikan yang semakin tinggi~ T__T

Memang masalah selalu ada. Masalah diciptakan agar kita bisa naik tingkat menjadi lebih tinggin dan tinggi. Dan supaya kita bisa naik tingkat, kita harus menyelesaikan masalah itu :D Okelah, BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM :D


SEMANGAT!!! GANBATTE NE!!! FIGHTING!!!
Read More

Total Tayangan Halaman